Demi Kelestarian Budaya Pangeran Ceko William Rudolf Lobkowicz Rela Belajar Teknologi & Berjualan Non-Fungible Token

  Oleh : Suara Riau
   : info@suarariau.co
  2022-08-08 05:21:05 WIB
Pangeran William .Lobkowicz.(int) Pangeran William .Lobkowicz.(int)

SuaraRiau.co -JAKARTA - Non-Fungible Token (NFT) naik daun. Tak  heran lagi jika sejumlah masyarakat iberamai-ramai mencoba terjun ke dalam salah satu aset digital berbasis teknologi  blockchain tersebut.

Tak beda juga yang dilakukan seorang pangeran Ceko berusia 27 tahun, William Rudolf Lobkowicz, pewarisi Istana Lobkowicz di kompleks Kastil Praha.

Dia memanfaatkan dunia cryptocurrency dan token demi melindungi dan merestorasi warisan sejarah yang tersimpan di Istana Lobkowicz. 

Kastil tersebut menyimpan karya seni yang tak ternilai harganya. Lobkowicz ingin berbagi salah satu koleksi seni bersejarah,   yang paling berharga di di dunia, kepada publik.

Ada tiga warisan kastil milik William beserta dua saudara perempuannya dan orang tua mereka, satu istana, 20.000 artefak, perpustakaan dengan sekitar 65.000 buku langka, 5.000 artefak musik, termasuk salinan awal simfoni ke-5 Beethoven.

Mengutip cnbcindonesia, bahwa  semuanya pernah dicuri, dua kali. Pertama oleh Nazi, kemudian oleh Komunis.
"Kebanyakan orang melihat karya seni dan kastil yang indah lalu berpikir bahwa ini semua datang dengan sangat mudah," kata William.
"Namun kenyataannya, di balik layar, kami bekerja siang dan malam tanpa lelah untuk melestarikan dan melindungi hal-hal ini. Tidak ada yang mau peduli tentang hal-hal ini selain kami," ujarnya.

Untuk melindungi peninggalan keluarganya, William mencoba memanfaatkan dunia cryptocurrency dan token yang tidak dapat dipertukarkan, tidak berwujud dan abstrak. Pangeran muda itu telah beralih ke alat digital untuk melindungi dan memperbaiki artefak yang menyimpan begitu banyak nilai nostalgia bagi keluarga.
"Ini bukan hanya tentang menjual NFT untuk mendukung monumen budaya, tetapi juga melihat bagaimana kita melestarikan catatan sejarah kita?," jelas William.

Teknologi Blockchain memberikan catatan warisan budaya yang tidak dapat diubah, yang dapat dipertahankan secara terus menerus, dan itu adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Istana milik keluarga Pangeran William Rudolf Lobkowicz bertempat di dalam Hrad, yakni komplek Kastil Praha yang menjulang di atas kota. Kompleks yang luas ini pernah menjadi kedudukan raja-raja Bohemia.

Sekarang, Hrad adalah rumah bagi presiden Ceko, dan tentunya The Lobkowicz Collections, kumpulan karya yang berusia lebih dari 2.000 tahun.

Koleksi yang disimpan di Istana ini antara lain lukisan terkenal di dunia oleh Bellotto, Bruegel, Canaletto, Cranach, Rubens, dan Veronese. Ada juga keramik berusia ratusan tahun, 1.200 buah baju besi, dan sejumlah alat musik, termasuk terompet yang disepuh emas dan dihiasi dengan batu rubi. Koleksi Istana ini juga mencakup manuskrip, termasuk beberapa simfoni Beethoven. 

Melangsir cnbcindonesia lagi menuiskan bahwa koleksi milik Lobkowiczes telah dinyatakan sebagai monumen budaya Ceko, jadi mereka tidak dapat menjual barang apa pun, meski tujuannya untuk merawat dan melestarikan koleksi tersisa sisanya.

Pangeran Pemberontak

Menjaga warisan budaya adalah ambisi William masuk ke dunia blockchain. Karena alasan ini juga dia dijuluki sebagai pangeran pemberontak.

"Apa yang saya lakukan sekarang, saya rasa tidak ada bedanya dengan pendahulu saya. Setiap pangeran melakukan sesuatu yang sangat berbeda berdasarkan waktu mereka hidup," kata William.
Para pangeran dari Istana Lobkowicz memiliki sejarah menjadi pemberontak, masing-masing melanggar tradisi dengan caranya sendiri.

Willian juga menerapkan semangat pemberontak yang sama. Namun, cara yang dia tempuh adalah dengan mempelajari teknologi NFT untuk kepentingan pelestarian budaya. 

Sang pangeran telah mencoba beberapa cara berbeda untuk memasukkan teknologi blockchain ke dalam karyanya dengan The Lobkowicz Collections. Keluarga mengambil lukisan yang perlu direstorasi dan mencetak gambar lukisan itu sebagai NFT. 
Dari sana, mereka menetapkan harga NFT dengan memasukkan biaya restorasi yang terkait dengan token seni. Orang yang membeli NFT kemudian menerima NFT di akhir proses restorasi . 

"Kami mencoba membawa orang-orang dalam perjalanan filantropi dan benar-benar transparan dengan mereka tentang ke mana uang mereka pergi," papar William.

Sejauh ini, House of Lobkowicz telah berhasil mendanai lebih dari 50 proyek restorasi seni, termasuk lukisan abad ke-17, "A Wild Boar in a Landscape," yang ditampilkan dalam film Wes Anderson "The Hotel Grand Budapest."

Secara kolektif, keluarga Lobkowicz telah mengumpulkan US$ 300.000 melalui penjualan NFT.****

Halaman :
Penulis : Suara Riau
Editor : Imelda Vinolia
Kategori : EROPA & NATO